Blog Celotehan Rudi

Laporan Praktikum Penurunan Ttitik Beku Larutan

Praktikum kimia di kelas XII ini diawali dengan praktikum pembekuan sejumlah larutan dengan menggunakan campuran es batu dan garam dapur. Jadi, pada prinsipnya praktikum ini merupakan cikal bakal bagi para pengusaha es krim skala kecil.
 
Seperti biasa, setelah praktikum pasti disuruuh membuat laporannya. Sebagai arsip, dan siapa tahu agan juga ingin mencoba praktikum ini di rumah, maka akan saya publikasikan laporan praktikum saya di sini.

laporan praktikum titik beku larutan
Praktikumnya mas Toni Sion, lupa ngambil dokumentasi :v via toni-sion.blogspot.com

 
Judul Laporan
 
Penurunan Titik Beku Larutan
 
Tujuan
 
Untuk menentukan titik beku beberapa larutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
 
Landasan Teori
 
Siak koligtaif adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat, tapi hanya bergantung pada konsentrasi larutan. Sifat koligatif terdiri dari penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih larutan, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmotik larutan.
 
Titik beku larutan merupakan temperatur pada saat kristal pertama dari pelarut murni mulai terbentuk dalam keseimbangan dengan larutan. Titik beku terjadi pada saat tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap padat. Berbeda dengan kenaikan titik didih, titik beku tidak terlalu dipengaruhi oleh tekanan udara luar.
 
Pada tekanan 1 atm, air murni membeku pada suhu 0 C. Suhu itu dinamakan titik beku normal air. Adanya zat terlarut dalam air akan menyebabkan air tidak membaku pada suhu 0 C. Karena pada suhu itu tekanan uap jenuh larutan lebih kecil dari 1 atm. Untuk membuat larutan membeku kembali, maka temperatur larutan perlu diturunkan sampai tekanan uap larutan mencapai tekanan 1 atm.
 
Besarnya perbedaan antara titik beku zat pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (∆Tf = freezing poin depression). Secara matematis penurunan titik beku dapat ditulis
 
Penurunan titik beku = titik beku pelarut – titik beku larutan
 
Penurunan titik beku yang disebabkan 1 mol zat terlarut dalam 1000 gram zat pelarut dan mempunyai harga tetap dinamakan tetapan titik beku (Kf)
 
Hubungan antara titik beku larutan dengan polaritas larutan dirumuskan sebagai Beirut :
Air adalah senyawa dengan rumus kimia H2O. Air umumnya digunakan sebagai pelarut. Air murni pada tekanan 1 atm mempunyai titik beku 0 C.
 
Urea adalah senyawa organik dengan rumus kimia CON2H4. Urea umumnya digunakan untuk pupuk. Urea mempunyai titik lebur 132,7 C dan titik beku dibawah 0 C. Urea termasuk larutan non elektrolit.
 
Garam dapur adalah senyawa dengan rumus kimia NaCl. Gama dapur banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Gama dapur mempunyai titik lebur 1465 C dan titik beku dibawah 0 C. Gama dapur merupakan larutan elektrolit kuat.
 
Alat dan Bahan
 
Alat yang kami butuhkan dalam praktikum ini adalah :
  1. Gelas kimia 500 ml atau wadah mie instan gelas (1)
  2. Tabung reaksi (5) beserta raknya (1)
  3. Termometer (1)
  4. Pengaduk gelas (2)
  5. Sendok makan (1)
 
Bahan yang kami butuhkan dalam praktikum ini adalah :
  1. Garam dapur secukupnya
  2. Air suling atau air biasa
  3. Larutan NaCl 1 M
  4. Larutan NaCl 2 M
  5. Lautan urea 1 M
  6. Larutan urea 2 M
 
Langkah Kerja
 
Berikut adalah langkah-langkah dalam praktikum ini
  1. Memasukkan es batu yang sudah dipecah menjadi bagian yang kecil-kecil ke dalam gelas kimia hingga mencapai ¾ dari tinggi gelas kimia.
  2. Menambahkan 8 sendok makan garam dapur ke dalam wadah gelas kimia lalu mengaduknya hingga rata. Campuran ini dinamakan campuran pendingin.
  3. Memasukkan air suling, larutan NaCl 1 M, larutan NaCl 2 M, larutan urea 1 M, dan larutan urea 2 M ke dalam masing-masing tabung reaksi setinggi 3 cm.
  4. Memasukkan tabung reaksi ke dalam campuran pendingin.
  5. Mengaduk campuran pendingin sambil menggerak-gerakkan tabung reaksi.
  6. Setelah larutan dalam tabung reaksi membeku, tabung reaksi dikeluarkan dari campuran pendingin dan diletakkan di rak tabung reaksi.
  7. Setelah sedikit mencair kemudian diukur temperaturnya dengan menggunakan termometer lalu mencatat data hasil pengukuran ke dalam tabel pengamatan.
 
Data Pengamatan

Berikut adalah titik beku berbagai larutan dari hasil praktikum kelompok kami.

Larutan Konsentrasi (M) Titik Beku (C) Penurunan Titik Beku
Air suling
1
8
-
NaCl
1
-2,5
2,5
NaCl
2
-5
5
Urea
1
-1
1
Urea
2
-2
2
 
Analisis hasil praktikum secara teoritis
 
Air suling 1 M
 
∆Tf = M . Kf
= 1 . 1,86
= 1,86 C
 
Tf = Tf larutan - ∆Tf
= 0 – 1,86
= -1,86 C
 
NaCl 1 M
 
∆Tf = M . Kf . n
= 1 . 1,86 . 2
= 3,72 C
 
Tf = Tf larutan - ∆Tf
= 0 – 3,72
= -3,72 C
 
NaCl 2 M
 
∆Tf = M . Kf . n
= 2 . 1,86 . 2
= 7,44 C
 
Tf = Tf larutan - ∆Tf
= 0 – 7,44
= -7,44 C
 
Urea 1 M
 
∆Tf = M . Kf
= 1 . 1,86
= 1,86 C
 
Tf = Tf larutan - ∆Tf
= 0 – 1,86
= -1,86 C
 
Urea 2 M
 
∆Tf = 2 . Kf
= 2 . 1,86
= 3,72 C
 
Tf = Tf larutan - ∆Tf
= 0 – 3,72
= -3,72 C
 
Pembahasan
 
Air murni yang dimasukkan ke dalam campuran pendingin, setelah membeku dan sedikit mandar, saat kami ukur suhunya 8 C. Suhu ini tidak sesuai (jauh berbeda) dengan hasil perhitungan titik beku air murni secara teori, yaitu 0 C.
 
Larutan NaCl 1 M yang dimasukkan ke dalam campuran pendingin, setelah membeku dan sedikit mandar, saat kami ukur suhunya -2,5 C. Suhu ini hampir sesuai (tidak jauh berbeda) dengan hasil perhitungan titik beku air murni secara teori, yaitu -3,72 C.
 
Larutan NaCl 2 M yang dimasukkan ke dalam campuran pendingin, setelah membeku dan sedikit mandar, saat kami ukur suhunya -5 C. Suhu ini hampir sesuai (tidak jauh berbeda) dengan hasil perhitungan titik beku air murni secara teori, yaitu -7,44 C.
 
Larutan urea 1 M yang dimasukkan ke dalam campuran pendingin, setelah membeku dan sedikit mandar, saat kami ukur suhunya 1 C. Suhu ini tidak sesuai (jauh berbeda) dengan hasil perhitungan titik beku air murni secara teori, yaitu -1,86 C.
 
Larutan urea 2 M yang dimasukkan ke dalam campuran pendingin, setelah membeku dan sedikit mandar, saat kami ukur suhunya -2 C. Suhu ini hampir sesuai (tidak jauh berbeda) dengan hasil perhitungan titik beku air murni secara teori, yaitu -3,72 C.
 
Dari hasil praktikum dan perhitungan secara teori, terlihat bahwa banyak terjadi perbedaan larutan pada setiap titik beku larutan. Hal itu kemungkinan terjadi karena :
 
  1. Kurangnya ketelitian dalam melihat skala termometer.
  2. Menyentuh ujung termometer pada saat melakukan pengukuran suhu.
  3. Larutannya terlalu lama mencair
 
Dari praktikum itu juga diketahui bahwa titik beku larutan elektrolit lebih rendah daripada titik beku larutan non elektrolit.
 
Pertanyaan dan Jawaban
 
1. Apa fungsi garam dapur yang terdapat dalam campuran pendingin?
 
Jawaban : fungsi garam dapur dalam larutan pendingin adalah untuk menurunkan suhu dan titik beku es batu, sehingga es batu cukup dingin untuk membekukan larutan yang ada di dalamnya.
 
2. Bagaimana pengaruh konsentrasi larut terhadap titik beku?
 
Jawaban : semakin tinggi konsentrasi (polaritas) suatu larutan maka akan semakin rendah titi bekunya dan semakin tinggi nilai penurunan titik bekunya (∆Tf)
 
3. Perhatikan dan bandingkan penurunan titik beku larutan NaCl 1 M dan larutan urea 1 M
serta larutan NaCl 2 M dan larutan urea 2 M! Mengapa terjadi perbedaan? Jelaskan!
 
Jawaban : terjadi perbedaan karena keelektolitan dari kedua larutan tersebut berbeda. NaCl adalah larutan elektrolit kuat yang ionisasinya cukup tinggi, sehingga dalam NaCl lebih banyak partikel yang terkandung, akibatnya titik bekunya semakin rendah. Sementara urea adalah larutan non elektrolit dan partikel-partikelnya tidak mengalami ionisasi sehingga jumlah partikelnya relatif sedikit, akibatnya titik bekunya juga relatif rendah.
 
4. Simpulkan apa saja yang berpengaruh terhadap penurunan titik beku larutan!
 
Jawaban : konsentrasi (molaritas larutan), keelektrolitan larutan, derajat ionisasi, dan jumlah partikel dalam suatu larutan.
 
Saran dan Kesimpulan
 
Saran dari kami untuk para pembaca yang ingin melakukan praktikum ini adalah sebagai berikut :
 
  1. Harap tidak memegang ujung termometer saat melakukan pengukuran suhu pada larutan yang telah membeku karena dapat mempengaruhi hasil (mengurangi keakuratan) pengukuran suhu.
  2. Rentang waktu pengukuran suhu dengan waktu saat larutan membeku jangan terlalu lama, karena jika terlalu lama larutan akan mencair dan suhu akan naik.
  3. Segera buang cairan yang terdapat di dalam campuran pendingin, karena bisa menghambat pembekuan larutan.
  4. Gunakan lebih banyak garam agar pembekuan larutan semakin cepat.
 
Dari praktikum yang kami lakukan seperti diatas, dapat kami tarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Titik beku NaCl lebih rendah dibanding urea, dan titik beku urea lebih rendah dibanding air (∆Tf NaCl < ∆Tf urea < ∆Tf air)
  2. Titik beku suatu larutan akan menurun jika jumlah partikel dalam larutan bertambah banyak.
  3. Semakin tinggi konsentrasi larutan (molaritas) maka akan semakin rendah titik bekunya.
  4. Larutan elektrolit mempunyai titik beku yang lebih rendah jika dibandingkan titik beku larutan non elektrolit.
  5. Penurunan titik beku dipengaruhi oleh konsentrasi larutan, keelektrolitan larutan, derajat ionisasi larutan dan jumlah larutan dalam suatu larutan.

Daftar Pustaka
 
detektif-fisika-doni.blogspot.com/2012/08/mengapa-pada-pembuatan-es-krim.html
id.wikipedia.org/wiki/air
id.wikipedia.org/wiki/Natrium_Klorida
id.wikipedia.org/wiki/Urea
era-aprilya.blogspot.com/2012/06/penurunan-titik-beku-larutan.html

Rangkuman Materi Pengantar Geografi

Materi Pengantar Geografi Lengkap

IdeRUDI.com - Entah judul apa yang cocok untuk rangkuman saya ini. Namun daripada saya bingung, saya beri saja judul “Pengantar Geografi”. Pemilihan kata “pengantar” bukan tanpa alasan. Saya memilih kata pengantar karena memang materi inilah yang pertama kali saya pelajari dalam pelajaran geografi. Pelajaran ini juga yang akan bermanfaat dalam menelaah subah kasus di kehidupan sehari-hari.

Dalam Pengantar Geografi ini ada beberapa pokok bahasan, seperti pengertian geografi menurut para ahli, konsep esensial geografi, cabang ilmu dan ilmu penunjang geografi, objek studi dalam geografi, aspek-aspek yang dibahas dalam geografi, prinsip-prinsip ilmu geografi, serta pendekatan yang digunakan dalam geografi.

Daftar Isi

Pengertian Geografi

Istilah geografi berasal dari bahasa Yunani : geo yang berarti bumi dan graphien yang berarti tulisan. Jadi secara bahasa geografi adalah tulisan atau ilmu yang mempelajari tentang bumi. Istilah geografi sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Erasthosthenes.

Para ahli juga banyak yang memberikan pengertian mengenai geografi, adapun pengertian geografi menurut para ahli adalah sebagai berikut :
  1. Karl Rithther (1859), geografi adalah suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat hidup manusia. Dalam kajiannya studi geografi mencangkup semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi, baik organik maupun anorganik yang terkait dengan kehidupan manusia, termasuk juga kegiatan manusia. Sebagai contoh adalah sungai yang merupakan bagian dari alam anorganik yang mempengaruhi kehidupan manusia.
  2. Von Ritchoffen (1905), geografi adalah studi mengenai gejala dan sifat-sifat permukaan bumi beserta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala dan sifat tersebut.
  3. Paul Vidal de la Blace (1915), geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara dimana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengolah alam ini.
  4. Alexander (1958), geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia. Dalam pandangannya, Alexander mulai membahas tentang hubungan timbal balik aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan alam. Sebagai contoh adalah aktivitas penggundulan hutan yang dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
  5. Hartshorne (1960), geografi adalah ilmu yang berkepentingan memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Sebagai contoh, seorang ahli geografi setelah melakukan analisis kewilayahan dapat membagi suatu wilayah menjadi satuan wilayah potensial dan tidak potensial yang mana pembagian itu didasarkan pada parameter kebumian yang sesuai dengan syarat-syarat peruntukannya.
  6. Yeates (1963), geografi adalah ilmu yang memperhatikan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi.
  7. Bintaro (1977), geografi adalah ilmu yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu. Dalam pandangannya, Bintarto menegaskan bahwa geografi tidak hanya mempelajari bumi dan gejala-gejalanya saja, tapi juga mempelajari manusia dengan segala kebudayaan yang dihasilkannya.
Sementara menurut hasil Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (SEMLOK IGI) pada tahun 1988 di Semarang, Jawa Tengah menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.

Cabang Ilmu dan Ilmu Penunjang Geografi

Untuk semakin memperjelas ruang lingkup geografi, berikut adalah beberapa disiplin ilmu yang sangat erat hubungannya dengan geografi atau dengan kata lain merupakan cabang dari ilmu geografi.
  1. Geologi : ilmu yang mempelajari tentang bumi (batuan) mulai dari pembentukannya, struktur, sifat hingga perkembangannya.
  2. Geofisika : ilmu yang mengkaji mengenai bagian dalam bumi (menganalisis interior bumi seperti inti bumi, mantel bumi, kulit bumi, hingga kandungan alaminya) dengan menggunakan metode serta teknik fisika, seperti mengukur gelombang seismik, gravitasi, dan medan magnet.
  3. Geodesi : ilmu yang mempelajari mengenai pengukuran dan pemetaan bagian dalam bumi (biasanya yang dipetakan batuan), permukaan bumi, serta dasar laut.
  4. Pedologi : ilmu yang mempelajari tentang tanah secara keseluruhan mulai dari persebaran, pembentukan, perkembangan, hingga sifatnya.
  5. Vulkanologi : ilmu yang mempelajari gunung berapi beserta fenomena yang menyertainya.
  6. Meteorologi : ilmu yang mengkaji tentang cuaca seperti suhu, kelembaban udara, angin, dan hujan.
  7. Klimatologi : ilmu yang mengkaji tentang iklim.
  8. Geomorfologi : ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk tersebut.
  9. Paleontologi : ilmu yang mengkaji tentang fosil-fosil serta bentuk-bentuk kehidupan di masa lampau yang terdapat di bawah lapisan tanah.
  10. Hidrografi : ilmu yang mempelajari tentang air dan perairan dengan segala fenomena yang menyertainya.
  11. Demografi : ilmu yang mempelajari tentang penduduk segala perilaku dan perubahannya.
  12. Glasiologi : ilmu yang mempelajari tentang es dengan segala sifat dan fenomena yang menyertainya.
  13. Astronomi : ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit di luar angkasa.
  14. Antropogeografi : ilmu yang mempelajari tentang persebaran bangsa-bangsa di muka bumi dilihat dari sudut pandang geografis.
  15. Biogeografi : studi tentang persebaran makhluk hidup di muka bumi dari sudut pandang geografis.
  16. dll.

Konsep Dasar Geografi

Konsep dasar dalam geografi berlaku terhadap kajian geografi fisik, geografi sosial maupun geografi regional. Nathanael Daldjoeni merumuskan konsep-konsep dasar dalam geografi sebagai berikut :
  • Penghargaan budaya terhadap bumi
  • Konsep regional
  • Interelasi wilayah
  • Lokalisasi
  • Interaksi keruangan
  • Skala wilayah
  • Konsep perubahan
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan kajian dan pendidikan geografi di Indonesia berhasil merumuskan konsep-konsep dasar geografi melalui Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia yang di adakan di Semarang pada tahun 1988. Konsep tersebut selanjutnya disebut dengan konsep esensial geografi.

Berikut adalah 10 konsep esensial geografi.
  • Konsep lokasi
Konsep lokasi sangat terkait dengan kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Konsep lokasi selanjutnya dibagi menjadi dua, yaitu lokasi relatif dan lokasi absolut.

Lokasi relatif adalah kedudukan suatu objek terkait dengan keberadaan objek lainnya. Contoh, Pulau Jawa berada di sebelah timur Pulau Sumatera dan di sebelah barat Pulau Bali. Contoh lainnya adalah kota Tarakan yang dahulu termasuk dalam wilayah provinsi Kalimantan Timur, namun sekarang masuk ke dalam wilayah provinsi wilayah Kalimantan Utara.

Lokasi absolut adalah kedudukan suatu objek berdasarkan posisinya terhadap koordinat garis astronomis (garis lintang dan garis bujur). Contoh, kota Canberra berada di lintang 35 18’ 48” LS dan 149 7’ 47” BT.
  • Konsep jarak
Konsep jarak menyatakan ruang yang terdapat diantara dua objek. Konsep jarak juga dibagi menjadi dua, yaitu jarak relatif dan jarak absolut.

Jarak absolut adalah jarak yang diukur dalam satuan panjang, seperti meter atau kilometer. Jarak relatif adalah jarak yang diukur dengan tidak menggunakan satuan panjang. Contoh jarak dari Pekalongan ke Semarang dapat ditempuh dalam 4 jam dengan menggunakan mobil.
  • Konsep aksesibilitas
Konsep aksesibilitas terkait dengan kemudahan untuk menjangkau suatu objek. Aksesibilitas suatu tempat dapat dipengaruhi oleh kondisi medan serta sarana dan prasarana transportasi menuju objek.
  • Konsep pola
Konsep pola terkait dengan susunan atau persebaran fenomena pada ruang muka bumi. Pola-pola tersebut dapat diinterprestasi serta merupakan hasil dari berbagai proses keuangan.

Sebagai contoh, pola pemukiman yang dipengaruhi oleh topografi suatu wilayah (pola memanjang, memusat, tersebar, dsb.) dan pola aliran sungai yang dipengaruhi oleh struktur geologi pada daerah aliran sungai (pola sungai dendritik, annular, trelis, dsb.).
  • Konsep morfologi
Konsep morfologi terkait dengan bentuk muka bumi sebagai akibat proses alam yang juga dipengaruhi pula oleh aktivitas manusia. Morfologi suatu wilayah akan mempengaruhi keberadaan dan kegiataan manusia, contohnya dalam hal penggunaan lahan.
  • Konsep aglomerasi
Konsep aglomerasi terkait dengan kecenderungan pengelompokan fenomena atau objek pada suatu wilayah tertentu. Contoh pengelompokan industri pada suatu wilayah kota atau juga pengelompokkan pemukiman orang rantau.
  • Konsep nilai kegunaan
Konsep nilai kegunaan terkait dengan manfaat atau kelebihan yang dimiliki suatu tempat atau wilayah. Nilai kegunaan ini bersifat relatif karena tergantung pada subjek yang menggunakan, jenis penggunaan, dan waktu.

Contoh wilayah dengan tanah yang subur akan memiliki manfaat besar jika digunakan sebagai lahan pertanian. Contoh lainnya, wilayah tepi pantai dengan ombak yang besar akan bernilai lebih jika digunakan sebagai lokasi wisata berselancar.
  • Konsep interaksi dan interdependensi
Konsep interaksi dan interdependensi terkait dengan kenyataan bahwa suatu wilayah akan mempengaruhi wilayah lainnya dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Akibatnya akan terjadi hubungan dengan wilayah lain dalam bentuk perdagangan, migrasi, komunikasi dsb.

Contoh, penduduk di kota membutuhkan beras dan bahan pangan lainnya dari desa, sedangkan penduduk desa membutuhkan produk industri yang dihasilkan di kota.
  • Konsep diferensiasi wilayah
Konsep diferensiasi wilayah karakteristik yang unik dan khas dari suatu wilayah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh interaksi unsur-unsur keruangan pada wilayah tersebut. Contoh, Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki iklim yang berbeda dengan iklim di Rusia.
  • Konsep keterkaitan keuangan
Konsep keterkaitan keuangan mengungkapkan bahwa keberadaan dan perkembangan suatu wilayah terjadi karena adanya hubungan dengan wilayah lain. Hal ini juga menjelaskan bahwa keberadaan fenomena di suatu wilayah yang mengakibatkan terjadinya fenomena di wilayah lain.

Sebagai contoh, kegagalan panen di wilayah penghasil beras dapat menyebabkan kelaparan atau melambungnya harga beras di wilayah lain. Contoh lainnya, kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia menyebabkan polusi udara di Singapura dan Malaysia.

Objek Studi Geografi

Objek studi geografi meliputi hal-hal berikut :
  1. Kondisi dan segenap proses yang berlangsung di atas permukaan bumi.
  2. Pengorganisasian wilayah dan ruang di muka bumi.
  3. Tafsiran terhadap bentang alam dan bentang sosial.
  4. Hubungan manusia dengan lingkung yang berbeda-beda, baik yang merupakan hasil buaya maupun lingkungan alami.
  5. Interaksi manusia dengan proses-proses di permukaan bumi.
Objek studi dalam kajian geografi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu objek formal dan objek material.

Objek material geografi adalah segala fenomena yang terjadi di permukaan bumi, baik fenomena fisik maupun fenomena sosial. Contoh objek material antara lain iklim, jenis tanah, daerah aliran sungai, pencemaran, mobilitas penduduk, persebaran flora fauna, dsb.

Objek formal adalah sudut pandang, cara berpikir, pendekatan, atau metode yang digunakan dalam menganalisis objek material. Objek formal inilah yang membedakan geografi dengan disiplin ilmu lainnya.

Sebagai contoh, objek material gunung api dikaji dalam geologi dan geografi. Kajian geologi gunung api dapat menjelaskan tentang karakteristik, proses pembentukan, struktur gunung, usia, tipe letusan yang dihasilkan, serta berbagai proses yang pernah terjadi pada gunung tersebut.

Di lain pihak, kajian geografi terhadap gunung api dilakukan berdasarkan pendekatan keuangan, ekologi, dan regional. Hasil kajiannya dapat berupa karakteristik wilayah rawan bencana, penggunaan lahan, jenis tanah, hingga lokasi-lokasi sumber panas bumi yang berada di sekitar gunung api yang dapat dimanfaatkan manusia.

Aspek Geografi

Dalam geografi dikenal dua aspek yang menjadi kajiannya, yaitu aspek fisik dan aspek nonfisik (sosial).
  • Aspek fisik
Aspek fisik mempelajari landscape (bentangan) alam fisik Bumi. Contoh : Sungai, lembah, dsb. Aspek fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya
  • Aspek sosial
Aspek sosial mempelajari tentang landscape (bentangan lahan) sebagai hasil dari aktivitas manusia (budaya). Contoh : komponen-komponen buatan manusia, kegiatan manusia, dsb.

Aspek sosial juga menjelaskan pola-pola kenampakan manusia dan kegiatannya serta meneliti hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

Prinsip-Prinsip Geografi

Prinsip geografi menjadi dasar uraian, pengkajian, pengungkapan gejala dan masalah dalam geografi. Ketika melakukan pendekatan terhadap objek yang dipelajari, maka prinsip geografi harus selalu digunakan.

Seacar teoritis, prinsip geografi terdiri dari empat prinsip, yaitu prinsip persebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi.
  • Prinsip persebaran
Prinsip persebaran adalah suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.

Dengan memperhatikan dan menggambarkan penyebaran fenomena dan fak dalam ruang, penelaahan persoalan yang berkenaan dengan fenomena dan fakta keruangan dapat terarah dengan baik. Dengan menganalisis dan menggambarkan berbagai fenomena pada peta, maka hubungan antargejala dapat terungkap secara menyeluruh dan dapat diramalkan lebih lanjut.
  • Prinsip interelasi
Prinsip interelasi adalah suatu hubungan saling terkait antara gejala yang satu dengan gejala yang lainnya.
Setelah pola persebaran dan fakta geografi dalam ruang terlihat, hubungan antara faktor fisis dan faktor manusia dapat terungkap. Melalui hubungan tersebut, pengungkapan karakteristik gejala atau fakta geografi tempat atau wilayah tertentu juga dapat dilakukan.
  • Prinsip deskripsi
Prinsip deskripsi adalah penjelasan lebih lanjut mengenai gejala-gejala yang diselidiki atau dipelajari.

Selain disajikan dalam bentuk tulisan atau kata-kata, deskripsi juga dapat disajikan ataupun dilengkapi dengan diagram, peta, tabel, dan gambar. Pada interelasi antar fenomena tersebut selanjutnya dapat dijelaskan sebab akibat interelasi tersebut.
  • Prinsip korologi
Prinsip korologi adalah gejala, fakta, ataupun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau  berdasarkan sebaran, interelasi, interaksi, dan integrasi dalam ruang tertentu.

Dalam meninjau suatu gejala dengan prinsip korologi, misalnya pertanian, kita harus memperhatikan persebarannya dalam ruang, interelasinya dengan faktor-faktor yang menunjang pertanian, dan interaksi pertanian dengan kehidupan pada ruang tersebut.

Pendekatan Geografi

Ruang lingkup geografi sangatlah luas dan mencangkup materi pokok serta masalah yang dikaji. Metode pendekatan yang dapat digunakan tidak hanya dari aspek keuangan saja, tetapi juga dari aspek-aspek lain.

Pada ilmu geografi, sekurang-kurangnya terdapat dua jenis pendekatan, yaitu pendekatan pada sistem keuangan dan pendekatan pada sistem ekologi. Berikut adalah beberapa pendekatan dalam geografi.
  • Pendekatan Keruangan (spatial approach )
Pendekatan keuangan merupakan pendekatan khas geografi, pendekatan keruangan ini harus tetap berdasarkan prinsip –prinsip yang berlaku yaitu prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Pendekatan meliputi pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional.
  • Pendekatan ekologi (ecological approach)
Pendekatan Ekologi adalah suatu metodologi untuk menganalisis suatu gejala atau masalah geografi dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan :
Fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia.
Perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.

Contoh kajian geografi menggunakan pendekatan ekologi : keterkaitan antara hutan bakau dan udang dengan nelayan udang disuatu wilayah. Atau juga keterkaitan antara petani dan perladangan dengan keadaan tanahnya yang tandus disuatu daerah.
  • Pendekatan kronologi (chronological approach)
Pendekatan kronologi adalah pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkaji dinamika perkembangan gejala geografi di suatu daerah atau wilayah tertentu. Sejarah dan geografi merupakan ilmu yang saling terkait karena korelasi gejala dan masalah geografi di permukaan bumi bersifat dinamis, tidak hanya meliputi proses yang berhubungan dengan tempat saja, tapi juga meliputi proses kronologi.

Dengan menerapkan pendekatan kronologi terhadap suatu fenomena atau masalah dalam ruang, peneliti dapat mengkaji perkembangan dan memprediksi proses fenomena atau masalah tersebut pada masa yang akan datang.
  • Pendekatan kompleks wilayah
Pendekatan kompleks kewilayahan menekankan permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Pendekatan ini lebih menekankan pada perbedaan wilayah.


Itulah rangkuman saya mengenai pengantar geografi. Sekian dan semoa bermanfaat.

Rangkuman Sistem Pernapasan Manusia

Sistem Pernapasan Manusia - Biologi sejatinya adalah pelajaran yang membosankan lagi menjengkelkan. Lah bagaimana tidak, satu materi aja banyaknya minta ampun, plus semuanya harus dihafal di luar kepala lagi. Berhubung saya belum mampu menghafalnya, maka saya tulis saja rangkuman saya ini di blog kesayangan. Bukan apa-apa, artikel ini saya maksudkan biar saya lebih mudah dalam mencontek waktu ulangan wkwkwk.

Pernapasan pada manusia tidak terjadi secara langsung, artinya udara tidak terdifusi (tersebar) secara langsung masuk ke dalam sel tubuh melalui permukaan kulit. Udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Berikut ini akan adalah alat-alat serta mekanisme pernapasan.

Alat Pernapasan Manusia

Pernapasan manusia dilakukan melalui alat respirasi yang terdiri atas hidung, tenggorokan (terdiri dari pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (laring), dan batang cabang tenggorokan (bronkus) serta paru-paru (pulmo)

Alat Pernapasan Manusia

Hidung

Hidung merupakan bagian paling atas dari alat pernapasan dan merupakan alat pernapasan paling awal yang dilalui udara. Baik udara segar yang akan masuk ke paru-paru maupun udara kotor yang akan keluar dari paru-paru, keduanya akan melalui hidung.

Bagian-bagian hidung
Berikut adalah bagian-bagian dari hidung, yaitu :
  • Lubang hidung dan bulu hidung
Lubang hidung terdiri dari dua lubang, yaitu lubang sebelah kanan dan lubang sebelah kiri. Antara lubang sebelah kanan dan sebellah kiri dibatasi oleh sekat hidung (septum). Lubang hidung menghubungkan udara ke rongga hidung.

Di dalam hidung terdapat bulu hidung dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring dan melindungi rongga hidung dari masuknya benda asing seperti debu dan asap (kendaraan, pembakaran, dan rokok).
  • Rongga hidung
Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir (mukus) dan rambut-rambut tipis (silia) yang berfungsi untuk menyaring debu-debu halus. Rongga hidung bekerja dengan bantuan tulang tengkorak dan tulang hidung.  Rongga hidung akan menyebarkan udara, utamanya oksigen ke tenggorokan menuju jaringan paru-paru.

Rongga hidung dibatasi oleh langit-langit rongga mulut. Rongga hidung memiliki 4 dinding yang saling terhubung, diantaranya dinding medial, dinding lateral, dinding interior, dan dinding superior. Rongga hidung berhubungan langsung dengan rongga mulut.

Proses penyaring debu di dalam rongga hidung :
  1. Debu dan kotoran lain di saring oleh rambut hidung dan silia.
  2. Penarikan dan pelekatan debu dan kotoran lain oleh selaput lendir.
  3. Sebagai aktivitas pembuangan kotoran yang tersering oleh mus menuju faring untuk di telan ataupun dikeluarkan melalui mulut.

  • Saraf penciuman
Seperti namanya, saraf ini berfungsi untuk mengenali bau setiap benda yang memasuki hidung. Pesan ini selanjutnya akan dikirim ke otak. Saraf ini dapat mengenali bau dari yang sangat rendah, sedang, hingga bau yang sangat menyengat.

Fungsi hidung
Hidung memiliki tiga fungsi utama, yaitu untuk menyaring udara, melembabkan udara, dan menghangatkan udara. Sesuai fungsinya, maka udara yang memasuki hidung akan mengalami hal-hal berikut ini.
  • Penyaringan, ditujukan untuk benda-benda asing yang tidak berbentuk gas.
  • Penghangatan, yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.

Faring (tekak)

Faring merupakan persimpangan jalan masuk udara dan makanan. Faring menjadi persimpangan antar rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Faring akan meneruskan udara menuju laring.

Laring (pangkal tenggorokan)

Laring terdiri dari lempengan-lempengan tulang rawan yang selanjutnya membentuk jakun. Jakun sendiri tersusun dari tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawa, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan.

Bagian dalam dinding laring digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan faring dengan trakea. Pada laring juga terdapat selaput suara yang akan bergetar jika ada udara yang melaluinya, misalnya saat kita sedang berbicara.

Laring memiliki katup yang disebut epiglotis (anak tekak). Epiglotis selalu dalam keadaan terbuka, dan hanya akan menutup jika ada makanan yang masuk ke dalam kerongkongan.

Trakea (batang tenggorokan)

Trakea tersusun dari cincin tulang rawan yang terletak di depan kerongkongan dan berbentuk pipa. Dinding pipa ini terdiri dari tiga lapis, yaitu :
  • Lapisan luar yang terdiri atas jaringan ikat.
  • Lapisan tengah yang terdiri atas otot polos.
  • Lapisan dalam yang terdiri atas selaput lendir yang licin dan jaring epitel bersilia yang berfungsi untuk menangkap dan mengembalikan benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru bersama udara pernapasan ke hulu saluran pernapasan.

Bronkus (cabang batang tenggorokan), bronkiolus dan aveolus 

Bronkus merupakan bagian yang menghubungkan paru-paru dengan trakea. Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu brokus sebelah kanan dan bronkus sebelah kiri. Setiap bronkus terdiri atas lempengan tulang rawan dan dindingnya terdiri dari otot polos yang halus.

Di dalam paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

Bronkiolus bercabang lagi membentuk saluran-saluran halus. Saluran-saluran halus ini berakhir pada gelembung-gelembung halus atau gelembung-gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat tipis, namun elastis dan mengandung kapiler-kapiler darah. Pada dinding alveolus terjadi pertukaran antara oksigen, dengan karbon dioksida dan air. Bronkus, bronkiolus, dan alveolus ketiganya berada di dalam gelambir paru-paru.

Pulmo (paru-paru)

Paru-paru adalah alat pernapasan yang terletak di dalam rongga dada dan di atas diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru diselebungi oleh selaput elastis yang disebut pleura.

Mekanisme Pernapasan Manusia

Proses pernapasan pada manusia dapat terjadi secara sadar maupun secara tidak sadar. Pernapasan secara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan-pengaturan saat bernapas, misalnya pada saat latihan dengan cara menarik napas panjang, kemudian menahannya beberapa saat, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Pernapasan secara tidak sadar, yaitu pernapasan yang dilakukan secara otomatis dan dikendalikan oleh saraf di otak, misalnya pernapasan yang terjadi saat kita sedang tidur nyenyak.

Dalam pernapasan selalu terjadi dua siklus, yaitu inspirasi (menghirup udara) dan ekspirasi (menghembuskan udara). Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi serta tempat terjadinya, manusia dapat melakukan dua mekanisme pernapasan, yaitu penapasan dada dan pernapasan perut.

Mekanisme pernapasan dada

  • Inspirasi
Otot antartulang rusuk berkontraksi – tulang rusuk terangkat – rongga dada membesar – tekanan udara di dalam paru-paru mengecil – udara dari luar masuk.

  • Ekspirasi
Otot antartulang rusuk berelaksasi – tulang rusuk turun – rongga dada mengecil – tekanan udara di dalam paru-paru membesar – udara dari dalam paru-paru keluar.

Mekanisme pernafasan perut

  • Inspirasi
Otot diafragma berkontraksi – diafragma mendatar – rongga dada membesar – tekanan udara di dalam paru-paru mengecil – udara dari luar masuk.

  • Ekspirasi
Otot diafragma berelaksasi – diafragma melengkung – rongga dada mengecil – tekanan udara di dalam paru-paru membesar – udara dari dalam paru-paru keluar.

Volume dan Kapasitas Paru-Paru

Volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5-6 liter, yang terdiri dari
  • Volume tidal (VT) yaitu volume hasil inspirasi atau ekspirasi pada setiap kali bernapas normal, sebanyak kira-kira 500 mililiter pada rata-rata orang dewasa muda.
  • Volume cadangan inspirasi (VCI) yaitu volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah volume tidal, bisanya mencapai 3000 mililiter.
  • Volume cadangan ekspirasi (VCE) yaitu jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal sebanyak kira-kira 1100 mililiter.
  • Volume residu (VR) yaitu volume udara yang masih tetap berada di dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sekitar 1200 mililiter.
Dalam proses bernapas, terkadang diperlukan penyatuan dua atau lebih jenis-jenis volume di atas. Kombinasi dari jenis-jenis volume itu disebut kapasitas paru-paru. Beberapa jenis kapasitas paru-paru adalah sebagai berikut.
  • Kapasitas inspirasi
Kapasitas inspirasi sama dengan volume tidal ditambah dengan volume cadangan inspirasi. Kapasitas inspirasi merupakan jumlah udara yang dapat dihirup oleh seseorang mulai inspirasi atau ekspirasi normal dan mengembangkan paru-parunya sampai jumlahnya maksimum (kira-kira 3.500 mililiter).
  • Kapasitas residu fungsional
Kapasitas residu fungsional sama dengan volume cadangan respirasi ditambah dengan volume residu. Besarnya kapasitas residu fungsional adalah udara yang tersisa dalam paru-paru pas akhir ekspirasi normal (kira-kira 2.300 mililiter).
  • Kapasitas vital
Kapasitas vital sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah dengan volume cadangan ekspirasi dan volume tidal. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru-paru seseorang setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru secara maksimum dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya (kira-kira sebanyak 4.600 mililiter)
  • Kapasitas paru-paru total
Kapasitas volume total adalah volume maksimum dimana paru-paru dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa (kira-kira 5.800 mililiter) atau sama dengan kapasitas vital ditambah kapasitas residu.

Metode yang sederhana untuk mempelajari volume paru-paru adalah dengan mencatat volume udara masuk dan keluar dari paru-paru. Metode tersebut disebut spirometri.

Frekuensi Pernapasan

Cepat lambatnya manusia dalam melakukan pernapasan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini.
  • Usia
Bertambahnya usia seseorang mengakibatkan frekuensi pernapasan menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit daripada pada saat usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan juga relatif lebih sedikit.
  • Jenis kelamin
Pada umumnya, laki-laki membutuhkan lebih banyak energi dibanding perempuan. Oleh karena itu laki-laki memerlukan oksigen yang lebih banyak, akibatnya frekuensi pernapasan laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.
  • Suhu tubuh
Manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (berkisar antara 36-37 C) karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan meningkatkan laju metabolisme. Jika suhu turun, tubuh akan meningkatkan metabolismenya sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat. Sebaliknya, jika suhu tubuh tinggi, maka kebutuhan akan energi juga akan tinggi pula, sehingga kebutuhan oksigen juga meningkat.
  • Posisi tubuh
Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Misalnya pada saat berdiri, otot akan berkontraksi sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju pernapasan pun akan meningkat dibanding pada saat duduk.
  • Aktivitas tubuh
Pernapasan berbanding lurus dengan aktivitas tubuh. Artinya pernapasan akan meningkat saat tubuh banyak melakukan aktivitas. Sudah pasti seorang atlet atau seorang petani yang udang mencangkul membutuhkan oksigen yang lebih banyak daripada seorang sekretaris yang kerjanya hanya duduk.

Mekanisme Pertukaran Oksigen (O2) dan Karbondioksida (CO2)

Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui proses difusi. Proses difusi terjadi di alveolus dan di sel jaringan tubuh. Proses difusi berlangsung secara sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secara bebas memalui membran sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi menuju ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui proses inspirasi dari rongga hidung sampai alveolus. Di alveolus, oksigen terdifusi ke kapiler arteri paru-paru. Masuknya oksigen dari luar (lingkungan) menyebabkan tekanan parsial oksigen (P O2) di alveolus lebih tinggi daripada P O2 di kapiler arteri paru-paru. Karena oksigen terdifusi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi menuju daerah bertekanan parsial rendah, maka oksigen akan bergerak dari alveolus menuju kapiler arteri paru-paru.
Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. Semakin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, semak banyak oksigen yang terikat oleh hemoglobin di dalam darah.

Hemoglobin terdiri dari 4 sub unit, setiap sub unit terdiri dari bagian yang disebut heme. Di setiap pusat hem terdapat unsur besi yang dapat berikatan dengan oksigen. Dengan demikian setip molekul hemoglobin dapat membawa 4 molekul oksigen dalam bentuk oksihemoglobin.

Reaksi antara hemoglobin dan oksigen berlangsung secara reversibel (bolak-balik) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, pH, konsentrasi oksigen dan karbon dioksida, serta tekanan parsial.
Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jeringan tubuh yang kemudian akan terdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi. Proses difusi ini terjadi karena tekanan parsial oksigen pada kapiler tidak sama dengan tekanan parsial oksigen di sel-sel tubuh.

Di dalam sel-sel tubuh atau jaringan tubuh, oksigen digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria sel. Semakin banyak oksigen yang digunakan sel-sel tubuh, semakin banyak juga karbon dioksida yang terbentuk dari proses respirasi.

Hal tersebut menyebabkan tekanan parsial karbon dioksida ( P CO2) dalam sel-sel tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan P CO2 dalam kapiler vena sel-sel tubuh. Oleh karena, karbon dioksida dapat terdifusi dari sel-sel tubuh ke dalam kapiler vena sel-sel tubuh yang kemudian akan dibawa eritrosit menuju paru-paru. 

Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus. Proses tersebut terjadi karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam alveolus.

Karbon dioksida dalam eritrosit akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Akibatnya terbentuknya asam karbonat, pH darah menjadi asam, yaitu sekitar 4,5. Darah yang bersifat masam dapat melepaskan banyak oksigen ke dalam sel-sel tubuh atau jaring-jaringan tubuh yang memerlukannya.

Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia

Deviated septum

Seperti yang sudah di uraikan diatas, bahwasanya hidung terdiri dari dua lubang yang dibatasi oleh sebuah sekat yang disebut septum. Normalnya, septum akan membagi dua lubang hidung menjadi sama besar. Namun, pada kondisi abnormal, septum ini membagi secara tidak rata, sehingga salah satu lubang lebih besar.

Pada kasus yang ringan gejala mungkin tidak muncul pada kelainan ini. Namun pada tingkat yang lebih serius, ini dapat mengganggu pernapasan sehingga diperlukan tindakan operasi untuk mengatasinya.

deviated septum

Rinitis

Rinitis adalah pembengkakan dan peradangan pada jaringan lendir di hidung. Rinitis biasanya disebabkan karena alergi, sedangkan untuk rinitis akut biasanya lebih disebabkan karena virus.

Gejala biasanya berupa hidung tersumbat, bersin, demam ringan, mata berair, dan batuk. Untuk meringankan gejala yang muncul biasanya digunakan humidifier. Sedangkan untuk pengobatannya adalah dengan mengatasi peradangan dan pembengkakan tersebut.

Polip

Polip adalah tumbuhnya jaringan yang berlebih di dalam hidung. Polip bisanya terdapat di bagian atas hidung dan dapat tumbuh membesar. Semakin membesarnya polip dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang ditandai dengan semakin seringnya bernapas dengan mulut, berkurangnya kemampuan membau, dan ingusan. Tindakan operasi diperlukan apabila polip sudah sampai menutup jalan udara saat bernapas.

Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada rongga hidung bagian atas (sinus paranasalis). Ada banyak hal yang dapat menyebabkan sinusitis, seperti infeksi bakteri, virus, jamur, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stres, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.

Beberapa gejala yang sering menyertai sinusitis adalah bau yang tidak sedap di hidung saat bernapas, sering bersin, ingus yang berwarna kuning kehijauan, sakit kepala seperti di tekan, dan sakit pada bagian sinus yang terserang.

Faringitis

Faringitis adalah peradangan pada daerah faring (tekak). Faringitis menyebabkan rasa nyeri sewaktu menelan makanan dan kerongkongan yang terasa kering. Faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus serta kebiasaan merokok.

Laringitis

Laringitis adalah peradangan pada laring (pangkal tenggorokan). Laringitis menyebabkan penderitanya serak ataupun kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi virus atau bakteri, kebiasaan merokok, dan minum alkohol.

Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada trakea dan bronkus. Penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri. Bronkitis dapat menyebabkan demam dan batuk pada penderitanya.

Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan paru-paru dimana alveolus berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Jenis pneumonia yang umum adalah pneumonia bakteri. Jenis ini dimulai dengan adanya infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru yang mengalami peradangan dan berlubang-lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk ke dalam alveolus.

Dengan demikian, alveolus terinfeksi oleh cairan dan eritrosit. Infeksi disebabkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus lain hingga dapat meluas ke seluruh globus bahkan ke seluruh paru-paru.

Emfisema paru-paru

Emfisema paru-paru adalah penyakit yang disebabkan karena jumlah udara yang berlebihan di dalam paru-paru. Emfisema paru-paru dapat disebabkan oleh :

Gangguan saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkap di dalam alveolus menyebabkan alveolus menjadi renggang.

  • Infeksi akibat kelebihan mukus karena adanya peradangan dan edema apitel bronkiolus.
  • Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan.

Asma

Asma adalah kesulitan bernapas yang disebabkan karena adanya kontraksi yang kaku dari bronkiolus. Adanya kontraksi ini menyebabkan saluran pernapasan utama ada paru-paru menyempit, sehingga penderita akan kesulitan untuk bernapas. Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivitas bronkiolus (disebut asma bronkiole) terhadap benda-benda asing di udara. Asma juga bisa terjadi karena adanya alergi terhadap kondisi lingkungan seperti debu, bahan kimia, serbuk sari, jamur, suhu yang dingin, dan sebaginya.

penyakit sistem pernapasan asma

Difteri

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menyebabkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun ring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan bakteri tersebut.

Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga penangkutan oksigen dalam darah berkurang.

Hipoksia

Hipoksia adalah kekurangan oksigen di dalam jaringan tubuh. Jika cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kurang berat dapat mengakibatkan  penekanan aktivitas mental yang kadang-kadang memuncak sampai koma serta menurunkan kapasitas kerja otot.

Asidosis

Asidosis adalah gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.

TBC (tuberkulosis)

TBC atau tuberkulosis adalah penyakit pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, namun yang paling sering terserang adalah paru-paru dan tulang. 

Bakteri yang menyerang paru-paru menyebabkan adanya bintil-bintil pada bagian dalam dinding alveolus. Dinding ini mengakibatkan terhambatnya difusi oksigen di dalam alveolus. Jika paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya dapat mati dan paru-paru menjadi mengecil. Keadaan ini membuat penderitanya terengah-engah.

Pada TBC, bakteri menyebabkan reaksi yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang terinfeksi akan terserang makrofag, sehingga jaringan tersebut akan rusak dan dikelilingi oleh jairingan fibrotik untuk membentuk tonjolan yang disebut tuberkel. Proses ini membantu membatasi penyebabran tuberkel yang mengandung bakteri dalam paru-paru. 

Akan tetapi, hampir 3% dari seluruh penderita tuberkulosis tidak terbentuk proses pembatasan (pendindingan) ini, sehingga tuberkel yang berisi bakteri menyebar ke seluruh paru-paru. Pada stadium lanjut akan menyebabkan daerah fibrotik di seluruh paru-paru sehingga mengurangi jumlah jaringan paru-paru fungsional.

Keadaan ini akan menyebabkan :
  • Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru.
  • Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan.
  • Mengurangi luas permukaan membran, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru.
Terdapat beberapa gejala yang menandai seseorang terserang TBC, diantaranya :
  • Batu berdahak selama tiga Minggu atau lebih, dan terkadang dalam dahak tersebut didapati bercak darah
  • Demam selama satu bulan atau lebih, terutama pada saat siang dan sore hari
  • Menurunnya nafsu makan dan berat beda secara drastis
  • Sering berkeringat saat malam hari
  • Sesak napas
Sebagian besar orang yang terinfeksi bakteri tuberkulosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut dengan laten tuberkulosis. Apabila penderita laten tuberkulosis tidak menerima pengobatan, bisa saja statusnya berubah menjadi aktif tuberkulosis. 

Untuk pengobatannya TBC dapat dilakukan hal-hal berikut :
  • Pengguna vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin). Vaksin BCG diberikan mulai dari bayi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin BCG dapat bertahan untuk 10 – 15 tahun, sehingga pada usia 12 – 15 tahun dapat dilakukan vaksinasi ulang.
  • Pengobatan pada pasien laten tuberkulosis.
  • Pengobatan pada aktif tuberkulosis dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 6 bulan tanpa terputus satu hari pun.
Sudah dibaca semua rangkuman materi sistem pernapasan manusia saya?. Bener-bener lo anak kurang kerjaan, wkwkwk - salam iderudi.com

Sumber gambar :

  • http://media.viva.co.id/thumbs2/2014/10/30/276508_ilustrasi-asma_663_382.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/-2rH7E7-CmoM/UoQRhL1fJOI/AAAAAAAAAY4/gxUarxUl3yY/s1600/Bagian+Pernafasan.png
  • http://www.deviatedseptumsurgery.org/wp-content/uploads/2010/09/base-view-of-deviated-septum-300x203.jpg

Hak dan Kewajiban Warga Negara

Iderudi.com - Sembari belajar untuk persiapan UTS PPKn, kali saya akan berbagi rangkuman saya mengenai materi "Hak dan Kewajiban Warga Negara". Adapun yang akan saya bagikan disini adalah pengertian, contoh, bentuk, pelanggaran, dan pengingkaran hak dan kewajiban warga negara, tugas dan tanggung jawab negara serta perbedaan antara hak warga negara dan hak asasi manusia (HAM).
illustrasi hak dan kewajiban warga negara

Antara hak dan kewajiban warga negara harus berjalan secara seimbang. Artinya warga negara tidak boleh terus menerus menuntut kepada negara tanpa memenuhi kewajibannya. Sebaliknya, negara juga tidak boleh berlaku sewenang-wenang kepada warga negaranya dengan menuntut warga negaranya untuk menjalankan kewajibannya tanpa memenuhi hak-haknya.

Pengertian Hak Warga Negara

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pengertian hak warga negara, ada baiknya jika kita ketahui terlebih dahulu pengertian hak dan pengertian warga negara.

Menurut Prof. Dr. Notonagoro Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.

Singkatnya, hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita yang penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya hak untuk mendapatkan pengajaran, hak untuk mendapatkan nilai dari guru, hak untuk berpendapat, dan sebagainya.

Warga negara adalah orang yang secara hukum merupakan anggota dari suatu negara. Warga negara Indonesia sendiri adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang dari bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi sebagai warga negara.

Jadi, hak warga negara adalah sesuatu yang mesti didapat atau dimiliki (hak) oleh setiap warga negara yang mana hak tersebut secara langsung atau tidak langsung diatur oleh negara yang bersangkutan dan hanya berlaku di negara yang bersangkutan.

Contoh Hak Warga Negara Indonesia

Beberapa hak warga negara Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Hak mendapat perlindungan
Hak mendapat perlindungan merupakan hak yang paling mutlak. Di mana setiap warga negara wajib mendapat perlindungan apapun dan dalam bentuk apapun dari pemerintah Indonesia agar orang tersebut merasa aman dan nyaman sebagai warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di suatu wilayah atau negara yang dilindungi oleh hukum dan pemerintah.

  • Hak untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara
Setiap warga negara berhak untuk ikut serta dan berperan aktif dalam upaya pembelaan negara. Tidak ada batasan bagi setiap warga negara untuk membela negaranya, bahkan dengan perang sekalipun. Hal ini termuat dalam UUD 1945 Bab X Pasal 27 Ayat 3 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara”

  • Hak untuk beragama, memilih pendidikan, dan kewarganegaraan
Hak ini sudah tercantum jelas pada UUD 1945 Pasal 28E ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang beban memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.

Selain tiga contoh hak di atas, dalam UUD 1945 juga teh dinyatakan hak-hak warga negara, yaitu :
  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  2. Berhak berserikat, berkumpul serta mengeluarkan pikiran
  3. Berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan
  4. Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan
  5. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta perlindungan kekerasan dan diskriminasi
  6. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya
  7. Berhak mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.
  8. Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya
  9. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.
  10. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
  11. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan
  12. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan
  13. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.
  14. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
  15. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
  16. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
  17. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
  18. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik negara lain.
  19. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
  20. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai guna mencapai persamaan dan keadilan.
  21. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
  22. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.
  23. Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
  24. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
  25. Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.

Bentuk Pelanggaran Hak Warga Negara

Terdapat berbagai macam bentuk pelanggaran hak warga negara menurut undang-undang, antara lain sebagai berikut.
  1. Penangkapan dan penahanan seseorang tidak berdasarkan hukum, tapi demi menjaga stabilitas.
  2. Penerapan budaya kekerasan untuk menindak warga negara yang dianggap esktrim yang dinilai pemerintah mengganggu stabilitas keamanan yang akan membahayakan kelangsungan pembangunan.
  3. Pembungkaman kebebasan pers dengan cara pencabutan SIUP, khususnya terhadap pers yang dinilai mengkritisi kebijakan pemerintah dengan dalih mengganggu stabilitas keamanan.
  4. Menimbulkan rasa ketakutan masyarakat luas kepada pemerintah, karena takut dicurigai sebagai oknum pengganggu stabilitas atau oposan pemerintah (ekstrim). Hilangnya rasa aman demikian merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak warga negara.
  5. Pembatasan hak berserikat, berkumpul, dan berpendapat karena dikhawatirkan akan menjadi oposan terhadap pemerintah.

Pengertian Kewajiban Warga Negara

Kewajiban berasal dari kata “wajib” yang berarti beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu yang tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Kewajiban warga negara adalah tindakan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seorang warga negara sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan dibatasi oleh status kewarganegaraan.

Contoh Kewajiban Warga Negara


Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya bagi kita untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai warga negara. Beberapa contoh kewajiban warga negara adalah sebagai berikut.
  1. Setiap warga negara wajib memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela dan mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh.
  2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
  3. Setiap warga negara wajib menaati serta menunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya.
  4. Setiap warga negara wajib taat, tunduk, dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di Indonesia.
  5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa Indonesia bisa berkembang maju ke arah yang lebih baik.
  6. Setiap warga negara wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain.
  7. Setiap warga negara wajib menghormati hak asasi manusia dan hak warga negara lain.

Contoh Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Dalam prakteknya, sering kali kita temui pengingkaran warga negara terhadap kewajibannya sebagai warga negara. Berikut adalah beberapa contoh pengingkaran kewajiban kewajiban warga negara di sekitar lingkungan kita.
  1. Membuang sampah secara sembarangan.
  2. Melanggar aturan dalam berlalu lintas, seperti tidak memakai helm saat berkendara, tidak mempunyai SIM, tidak membawa STNK, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan sebagainya.
  3. Merusak fasilitas negara, seperti mencorat-coret fasilitas umum, merusakan jaringan komunikasi, dan sebagainya.
  4. Tidak membayar pajak kepada negara, seperti tidak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), retribusi pasar, retribusi parkir dan sebagainya.
  5. Tidak berpartisipasi dalam usaha pertahanan dan keimanan negara, seperti tidak ikut dalam kegiatan siskamling.

Tugas dan Tanggung Jawab Negara

Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara, negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
  1. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agamanya
  2. Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar
  3. Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional
  4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran belanja negara dan belanja daerah
  5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan  teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia
  6. Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya
  7. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional
  8. Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak
  9. Negara menguasai bumi, air dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat 
  10. Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar
  11. Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan
  12. Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak

Perbedaan Hak Warga Negara dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Untuk mengetahui perbedaan hak warga negara dan hak asasi manusia (HAM) kembali kita harus kita bahasa terlebih dahulu pengertian dari keduanya.

Hak warga negara adalah sesuatu yang mesti didapat atau dimiliki (hak) oleh setiap warga negara yang mana hak tersebut secara langsung atau tidak langsung diatur oleh negara yang bersangkutan dan hanya berlaku di negara yang bersangkutan. Sedangkan HAM adalah hak yang paling hakiki yang melekat sejak manusia dilahirkan dan dimiliki setiap orang.

Dari kedua pengertian tersebut dapat kita tarik perbedaannya, yaitu :
  1. HAM dimiliki oleh setiap orang secara universal (di seluruh dunia), jadi HAM orang Indonesia sama dengan HAM orang Inggris. Sementara hak warga negara hanya dimiliki oleh warga negara yang bersangkutan, jadi bisa saja hak warga negara orang Indonesia berbeda dengan hak warga negara orang Inggris.
  2. HAM lebih ke arah pribadi, sedangkan hak warga negara lebih mengarah ke arah kelompok.
  3. HAM dimiliki sejak manusia lahir, sedangkan hak warga negara dimiliki sejak orang tersebut menjadi warga negara
Sumber gambar :
  • http://www.terapishalatbahagia.net/wp-content/uploads/2014/08/timbangan-keadilan.jpg

Pengertian Ciri Struktur dan Contoh Teks Eksplanasi

IdeRudi.com - Sesuai kurikulum, materi pertama untuk pelajaran Bahasa Indonesia di semester II ini adalah teks eksplanasi. Dari pelajaran di kelas, plus hasil browsing akhirnya saya punya rangkuman teks eksplanasi ini. Behubung saya lagi ada waktu luang (maklum, anak cupu nggak ada kegiatan) maka dengan senang hati ane akan membagikan materi ini. Adapun yang akan saya bagikan adalah mengenai pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, dan contoh teks eksplanasi.

Illustrasi Teks Eksplanasi

Pengertian eksplanasi

Sebelum membahas tentang pengertian teks eksplanasi, ada baiknya jika kita membahas pengertian dari kata eksplanasi itu sendiri. Kata “eksplanasi” merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “ explanation” yang berarti tindakan, keterangan, fakta, atau pernyataan yang menjelaskan (menerangkan) sesuatu.

Sedangkan teks eksplanasi (explanation text) adalah karangan yang berisi penjelasan-penjelasan mengenai proses atau suatu topik yang berhubungan dengan fenomena alam maupun sosial.

Ciri-ciri teks eksplanasi

Secara umum, anda dapat mengenali suatu teks eksplanasi berdasarkan ciri-ciri berikut :
  1. Informasi yang dimuat berupa fakta, bukan gagasan.
  2. Membahas satu fenomena yang bersifat keilmuan atau ilmu pengetahuan.
  3. Bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca agar percaya dengan hal yang dibahas di dalam teks.

Struktur teks eksplanasi

Sama seperti teks-teks lainnya, teks eksplanasi juga mempunyai struktur dalam penulisannya. Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut :
  • Pernyataan umum (general statement)
Bagian ini menyampaikan tentang fenomena atau permasalahan yang akan dibahas pada teks eksplanasi. Pernyataan umum berupa gambaran umum mengenai apa, dimana dan mengapa fenomena itu bisa terjadi. Pernyataan umum harus ditulis secara jelas, ringkas, dan semenarik mungkin agar pembaca tertarik untuk membaca isi teks secara keseluruhan.
  • Urutan sebab akibat ((sequence of explanations)
Bagian ini mengandung penjelasan-penjelasan mengenai sebuah fenomena secara mendetail (mendalam). Bagian ini ditulis untuk menjawab pertanyaan how (bagaimana) dan sebab-akibat dari terjadinya suatu fenomena.

Penggunaan sequence markers dalam bagian ini sangat dimungkinkan mengingat proses perlu dijelaskan secara bertahap. Penggunaan sequence markers juga berguna untuk memunculkan keterkaitan antara kejadian satu dengan kejadian lainnya. Contoh sequence markers antara lain, pertama, kedua, ketiga, selanjutnya, dsb.
  • Penutup (closing)
Bagian ini berisi intisari atau kesimpulan dari fenomena yang telah dibahas. 

Kaidah kebahasaan teks eksplanasi

Teks eksplanasi umumnya memiliki ciri kebahasaan seperti berikut :
  1. Fokus pada hal umum.
  2. Lebih banyak menggunakan kata kerja aktif (kata kerja material dan kata kerja relasional)
  3. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  4. Menggunakan konjungsi waktu.
  5. Menggunakan konjungsi kausal (sebab-akibat
Kredit gambar :
  • freepik.com - image.freepik.com/free-icon/write_318-62149.png

Pengertian Jenis dan Dampak Pelapukan

IdeRudi.com - Kembali membahas tentang tenaga pengubah muka bumi, kali ini saya akan membahas tentang eksogen, yaitu pelapukan. Pada bahasan ini, akan kita ulas lebih lanjut mengenai pengertian pelapukan,faktor yang mempengaruhi pelapukan, jenis-jenis pelapukan, dampak pelapukan, dan cara mencegah pelapukan.

OK, tanpa panjang lebar. Silahkan agan baca sendiri rangkuman ala kadarnya dari saya ini

Pengertian Pelapukan

Pelapukan adalah proses perusakan dan penghancuran batuan akibat pengaruh cuaca, temperatur, air atau organisme. Pelapukan hanya dapat terjadi pada lapisan kulit bumi bagian luar, dimana batuannya belum terlalu kompak (tidak terjadi pada batuan induk).

Cepat dan banyaknya lapisan kulit bumi yang mengalami pelapukan di setiap daerah berbeda-beda tergantung faktor-faktor pelapukan yang bekerja pada lapisan tersebut. Misalnya pelapukan batuan di daerah gurun lebih cepat dibanding pelapukan di daerah hutan hujan tropis karena adanya perbedaan temperatur yang besar di daerah gurun.

Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan

Cepat lambat, banyak sedikitnya lapisan batuan yang mengalami pelapukan sangat dipeangruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
  1. Iklim dan cuaca, lebih spesifiknya suhu. Semakin besar amplitudo suhu maka akan semakin cepat terjadi pelapukan.
  2. Keberadaan air di dalam pori-pori batuan.
  3. Keberadaan organisme di sekitar batuan.
  4. Sifat kimia batuan.
  5. Unsur kimia yang terkandung di dalam batuan.
  6. Kemiringan lereng batuan. Batuan yang berada di lereng terjal akan lebih mudah terlapukkan karena lebih sering terkena dampak dari perubahan cuaca sebagai akibat dari berkurangnya endapan yang menutupinya.

Jenis-Jenis Pelapukan

Pelapukan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu pelapukan fisis, pelapukan organis, dan pelapukan kimiawi.

1. Pelapukan fisis (mekanis)

Pelapukan fisis adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu dan air. Pelapukan jenis ini akan mengakibatkan batuan rusak secara fisik, dari batuan yang besar menjadi kecil dan dari batuan kecil menjadi halus.

Proses pelapukan fisis hanya merubah ukuran dan bentuk batuan tanpa mengubah susunan kimia batuan tersebut. Pelapukan fisis disebut juga pelapukan mekanis karena prosesnya yang berlangsung secara mekanik. 

Pelapukan fisis dapat terjadi karena hal-hal berikut ini :
  • Adanya perbedaan temperatur (suhu) yang besar. Peristiwa ini sering terjadi di daerah beriklim kontinental (iklim benua) atau beriklim gurun. Di daerah gurun, temperatur pada siang hari dapat mencapai hingga 45 C. Kondisi ini menyebabkan batuan mengembang. Sedangkan pada malam hari suhu dapat mencapai -4 C yang menyebabkan batuan mengalami pengerutan. Hal ini terjadi secara terus menerus, sehingga batu menjadi retak-retak atau pecah.
  • Pembekuan air di dalam pori-pori batuan. Saat air membeku, air akan mengalami pemuaian pada volumenya dan menimbulkan tekanan pada lapisan batuan. Karena tekanan tersebut, batuan menjadi retak. Di daerah beriklim sedang, pembekuan terjadi dengan hebat karena temperatur udaranya yang sangat rendah.
  • Mengkristalnya air garam. Jika suatu air mengandung garam dan mengalami penguapan, maka garam akan tertinggal dalam bentuk kristal. Kristal-kristal garam ini berbentuk tajam dan dapat merusak lapisan batuan disekitarnya.
  • Erosi di daerah pegunungan.
pelapukan fisis mekanis

2. Pelapukan organis (biologis)

Pelapukan organis adalah pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas organisme seperti jamur, bakteri, hewan, tumbuhan atau manusia. Adapun hewan yang dapat menyebabkan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga, dan tikus.

Pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan dapat bersifat mekanis dan kimiawi. Pelapukan mekanis tumbuhan berupa penjalaran akar tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak batuan disekitarnya. Pelapukan kimiawi tumuhan berupa perusakan batuan oleh asam-asam yang dikeluarkan oleh akar saat mengisap garam mineral.

pelapukan biologis organis


3. Pelapukan kimiawi

Pelapukan kimiawi adalah proses pelapukan batuan oleh proses-proses kimiawi. Pada pelapukan kimiawi, batuan tidak hanya mengalami perubahan bentuk dan ukuran, tapi juga mengalami perubahan susunan kimia batuan tersebut. Pelapukan kimiawi umumnya berupa pelarutan.

Pelapukan kimiawi dapat dengan jelas kita saksikan di daerah pegunungan kapur (karst). Pelapukan di daerah ini terjadi akibat pengaruh air dan didorong oleh temperatur yang tinggi. Air yang banyak mengadung CO2 (zat asam arang/karbon dioksida) akan dengan mudah melarutkan bata kapur (CaCO3) yang banyak terdapat di daerah karst. Peristiwa pelarutan batuan kapur ini akan menimbulkan gejala-gejala karst.

Dalam pelapukan batuan secara kimiawi terjadi empat proses, yaitu :
  1. Hidrasi, yaitu proses batuan yang mengikat batuan lain di atas permukaan tanah saja.
  2. Hidrolisa, yaitu proses penguraian air (H2O) atas unsur-unsurnya menjadi ion-ion positif dan negatif. Proses ini banyak terkait dengan pembentukan stalagmit, stalaktit, dan tanah liat.
  3. Oksidasi, yaitu proses pengkaratan besi yang terkandung di dalam batuan. Batuan yang mengalami oksidasi warnanya akan berubah menjadi kecoklatan. Proses oksidasi berlangsung sangat lama.
  4. Karbonasi, yaitu prose pelapukan batuan oleh karbondioksida (CO2). Karbondioksida umumnya terkandung di dalam air hujan saat berbentuk uap. Saat air hujan itu turun dan masuk ke dalam pori-pori batuan, maka CO2 ini akan merusak dan melapukan batuan. 
pelapukan kimiawi

Dampak Pelapukan

1. Dampak positif pelapukan

Pelapukan mampu menghasilkan material-material halus pembentuk tanah. Material-material halus tersebut juga dapat ditransportasikan dan diendapkan di suatu tempat dan membentuk suatu bentang alam yang baru.

Pelapukan yang terjadi di daerah karst dapat membentuk danau-danau kapur (dolina dan uvala), gua, sungai bawah tanah, stalaktit dan stalagmit yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pariwisata.

2. Dampak negatif pelapukan

Sebagai tenaga destruktif, pelapukan dapat merusak batu-batuan, termasuk bangunan dan batu pada candi yang sangat merugikan manusia.

Mencegah Pelapukan

1. Mencegah pelapukan pada kayu

Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita tempuh untuk mencegah ataupun memperlambat pelapukan pada kayu, yaitu
  • Kayu dikeringkan dengan alat khusus untuk menurunkan ada airnya.
  • Kayu dilapisis cat atau pernis untuk mengerangi penyerapan air.
  • Kayu diberi zat anti rayap.
  • Tidak menempatkan kayu di ruang yang lembab.
  • Merendam kayu kolam berlumpur.

2. Mencegah pelapukan pada batu

Jika kamu mempunyai benda yang terbuat dari batu, kamu dapat melindunginya dari pelapukan dengan cara tidak menyimpannya di alam terbuka. Karena panas matahari dan cuaca yang berubah-ubah di alam terbuka dapat mempercepat terjadinya pelapukan pada batuan.

 
Atas